Subulussalam, | SBN.NEWS.COM. 2 Oktober 2025 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam bergerak cepat menanggapi kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Penanggalan. Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat terhentinya operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menjadi sumber utama air di wilayah tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kota Subulussalam melalui Seksi Kedaruratan segera mengambil langkah taktis dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik yang terdampak. Kegiatan distribusi ini dipimpin langsung oleh Ali Supratman, selaku Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Subulussalam.
> “Distribusi air bersih ini merupakan bentuk respon cepat kami terhadap laporan masyarakat yang mengalami kekurangan air akibat kekeringan. Kami bekerja sama dengan instansi terkait agar distribusi bisa merata dan menjangkau seluruh warga terdampak,” ujar Ali Supratman di sela-sela kegiatan distribusi.
Ia menambahkan bahwa BPBD telah mengerahkan armada tangki air bersih ke berbagai lokasi prioritas yang telah dipetakan sebelumnya berdasarkan laporan dari keuchik dan tokoh masyarakat setempat.
Salah satu petugas lapangan BPBD, Maman, menyampaikan bahwa distribusi dilakukan secara bertahap, dengan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan air benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
> “Kami terus memantau kebutuhan air bersih di lapangan. Jika diperlukan, kami siap menambah titik distribusi atau meningkatkan frekuensi pengiriman air,” ungkap Maman.
Masyarakat Berterima Kasih atas Respon Cepat Pemerintah Respons cepat dari pemerintah melalui BPBD ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan tindakan sigap yang dilakukan untuk mengatasi krisis air bersih yang mereka hadapi.
> “Kami sangat berterima kasih kepada BPBD dan Pemerintah Kota Subulussalam. Saat air tidak ada, mereka langsung turun tangan. Ini sangat membantu kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak,” ungkap salah satu warga Desa Penanggalan.
Masyarakat berharap agar distribusi air bersih ini dapat terus berlanjut hingga layanan SPAM kembali beroperasi normal. Beberapa warga bahkan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pembuatan sumur bor di titik-titik strategis sebagai langkah antisipatif jangka panjang.
Distribusi Air Berlanjut Hingga SPAM Pulih
BPBD Kota Subulussalam menyatakan komitmennya untuk melanjutkan distribusi air bersih hingga perbaikan dan pengoperasian SPAM selesai dilakukan. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan instansi teknis lain, seperti Dinas PUPR dan PDAM, guna mempercepat normalisasi layanan air minum bagi masyarakat.
Langkah cepat dan sigap ini mencerminkan keseriusan Pemerintah Kota Subulussalam dalam merespons bencana kekeringan yang mengganggu kehidupan masyarakat. Upaya kolaboratif lintas sektor diharapkan mampu memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang bagi krisis air di daerah terdampak.
[Syahbudin Padank]






















