Padang Lawas | SBN,News.com ~ Sebuah kasus kekerasan anak yang menggegerkan terjadi di Desa Sibuhuan Jae, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara. Seorang bocah perempuan berusia sekitar 10 tahun, yang identitasnya dirahasiakan, diduga menjadi korban penyiksaan keji oleh tiga orang dewasa setelah dituduh mencuri jajanan dan uang dari sebuah warung.
Peristiwa pilu ini terjadi pada dini hari, 26 Juni 2025. Korban dilaporkan mengalami penganiayaan brutal yang dilakukan oleh Leman Nasution alias Sulaiman, bersama dua anaknya yang telah dewasa, Diris dan Masito. Para pelaku diduga memukul korban, mengikat tangan dan kakinya, bahkan membakar tubuh korban dengan api rokok, disaksikan oleh warga sekitar.
Dampak dari kekerasan ini terlihat jelas pada tubuh korban, di mana bagian dadanya tampak terkelupas atau melepuh seperti terbakar, diduga akibat sengatan api rokok yang dilancarkan oleh Sulaiman.
Ayah korban, Damhuri Hasibuan, segera melaporkan kejadian memilukan ini ke Polres Padang Lawas pada 27 Juni 2025. Namun, dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor B/193/VI/2025, hanya nama Leman Nasution yang tercantum sebagai terlapor.
Menanggapi kasus ini, Praktisi Hukum senior di Palas, M. Safii Pasaribu, SH, menyatakan keprihatinannya. “Perilaku yang diduga menganiaya anak di bawah umur karena hal sepele itu sudah tidak wajar. Anak di bawah umur tidak butuh kekerasan, melainkan pembinaan,” tegas Safii Pasaribu pada Minggu (10/08/2025).
Safii berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini dengan menangkap para pelaku dan memastikan korban mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Anak Palas.
Terungkap bahwa korban adalah anak dari pasangan yang telah berpisah dan saat ini tinggal bersama neneknya. Ayah korban, Damhuri, sehari-hari bekerja sebagai pengumpul kayu bakar. Melihat kondisi korban, Safii Pasaribu menyatakan kesediaannya untuk memberikan pendampingan hukum secara prodeo alias gratis. “Kasihan kita mendengar kejadian itu, anak di bawah umur itu perlu pembinaan. Mungkin saja dia butuh perhatian dari orang tuanya,” imbuhnya.
Foto yang beredar menunjukkan kondisi korban dengan tangan terikat, diduga akibat penganiayaan tersebut.{*}
[Khalikul Sakda]






















